Ini hari dimana semua orang bermaksud mengucapkan “selamat”
Kemudian aku hanya diam..
Dia juga hening, seakan terasa hari ini sama dengan hari-hari sebelumnya
Kemudian aku hanya diam..
Pagi berganti siang, semua masih sama seperti setiap harinya
Kemudian aku mulai berfikir..
Tak tergerakkah nurani ku untuk berucap satu kata agar hari ini lebih berbeda?
Teriak dengung dalam tempurungku.. “Ucapkanlah! Bila sungkan dan terasa aneh, lari lah keluar rumah, minumlah beberapa tetes air hujan sore”
Aku menguatkan diri, lalu berlari kecil dengan bersandiwara bak pemain srimulat kampung, dalam hati ku ini semua terasa konyol, ingin aku menghentikan gerak-gerik yang tak ada artinya ini..
Tapi, Ah.. ini hanya berlangsung 2 detik dan semua akan berlalu..
Ku dekati Wanita yang sedang duduk depan cermin, dia sedikit terkejut namun tak memperhatikan
Perlahan, ku rapatkan bibir ku dengan telinganya sambil berbisik kecil dan merayu..
“Hai, Mama.. Selamat Hari Ibu..” Aku mengecupnya..
Dia tersenyum, kemudian tertawa kecil..
Aku menahan air mataku, lalu berlari menghindar menuju kamar, aku menangis.. Entah mengapa, bila satu senyumnya yang penuh arti muncul dapat membuatku menangis..



